140 Umat Terima Sakramen Penguatan di Kebondalem
KEBON DALEM – Suasana penuh sukacita dan keagungan iman menyelimuti Gereja Santo Franciscus Xaverius Kebon Dalem pada Sabtu petang, 23 Mei 2026. Bertepatan dengan Perayaan Hari Raya Pentakosta, sebanyak 140 umat Katolik menerima Sakramen Penguatan dalam Perayaan Ekaristi yang berlangsung mulia dan khidmat mulai pukul 17.30 WIB.
Perayaan Ekaristi pada petang hari ini dipersembahkan secara berkonselebran dengan Selebran Utama Gembala Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko. Beliau didampingi oleh tiga Romo konselebran, yaitu Romo Yustinus Slamet Witokaryono, Pr; Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau, Pr; dan Romo Y. Yupilustanaji Aprigiyanto, Pr.
Altar suci dikelilingi oleh para pelayan Tuhan yang bersama-sama menghantarkan para calon krismawan menuju kedewasaan iman.

Misa kudus ini dihadiri oleh 622 umat yang memenuhi bangku-bangku gereja dengan penuh antusiasme. Dari total 140 penerima Sakramen Penguatan, sebanyak 82 orang merupakan umat dari Paroki St. Franciscus Xaverius Kebon Dalem (terdiri dari 52 perempuan dan 30 laki-laki). Sementara itu, 58 orang lainnya berasal dari luar paroki (terdiri dari 38 perempuan dan 20 laki-laki).
Makna Teologis Sakramen Penguatan
Sakramen Penguatan merupakan salah satu dari tiga sakramen inisiasi dalam Gereja Katolik. Sakramen ini menjadi sarana istimewa untuk menghadirkan Roh Kudus yang meneguhkan, menguatkan, dan menyemangati setiap pribadi yang menerimanya. Melalui pencurahan Roh Kudus ini, umat yang telah dibaptis diikat secara lebih sempurna dengan Gereja dan diperkaya dengan kekuatan khusus Roh Kudus.
Dengan menerima Sakramen Penguatan, para krismawan dan krismawati diharapkan dapat tumbuh semakin tekun dan setia dalam mengikuti jejak Yesus Kristus. Lebih dari itu, mereka diutus untuk semakin berani bersaksi akan kehadiran Allah yang membawa damai serta persaudaraan sejati bagi seluruh umat manusia, sekaligus semakin mau dan mampu terlibat aktif dalam aneka bentuk pelayanan Gereja.

Intisari Homili Bapa Uskup: Tiga Peran Penting Roh Kudus
Perayaan Ekaristi diawali dengan prosesi perarakan khidmat para petugas liturgi bersama Bapa Uskup dan para Romo Konselebran menuju altar. Suasana Pentakosta—sebagai hari turunnya Roh Kudus atas para Rasul—sangat terasa menggetarkan hati umat melalui kidung-kidung pujian yang bergema.
Dalam homilinya, Mgr. Robertus Rubiyatmoko menekankan pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan orang beriman, yang dirangkum ke dalam tiga poin utama:
1. Menjadi Pembaharuan Hidup: Roh Kudus berkarya di dalam hati manusia untuk menuntun pada pembaharuan hidup yang sejati, yaitu sebuah kehidupan yang senantiasa selaras dan berjalan sesuai dengan kehendak Allah.
2. Mempersatukan Gereja sebagai Satu Tubuh: Meskipun umat Allah memiliki latar belakang, suku, dan karunia yang berbeda-beda, Roh Kudus-lah yang mempersatukan semuanya menjadi satu tubuh di dalam Kristus. Bapa Uskup secara khusus mengajak seluruh penerima sakramen untuk menjadi bagian utuh dari Gereja dengan semakin aktif dalam kegiatan-kegiatan menggereja, baik di tingkat Lingkungan, Wilayah, Paroki, bahkan hingga tingkat Keuskupan.
3. Memberi Kekuatan dan Keberanian Perutusan: Roh Kudus memberikan daya ilahi agar umat berani melaksanakan tugas perutusan dari Yesus Kristus untuk membawa kabar sukacita dengan menjadi pembawa warta damai. Bapa Uskup menegaskan bahwa bentuk warta damai yang paling nyata, konkret, dan mendasar dalam kehidupan sehari-hari adalah kemampuan untuk saling mengampuni satu sama lain.

Ritus Sakramental dan Liturgi Ekaristi
Usai Bapa Uskup menyampaikan homilinya, ritus sakramental dimulai dengan Upacara Penerimaan Sakramen Penguatan. Suasana berubah menjadi sangat sakral saat tahapan demi tahapan berlangsung dengan urutan yang tertib:
1. Pengulangan Janji Baptis: Para calon krismawan berdiri untuk memperbarui janji baptis mereka secara mandiri di hadapan Allah dan jemaat.
2. Berkat Bapa Uskup untuk Penerima Sakramen: Mgr. Robertus Rubiyatmoko mengulurkan tangan atas para calon sembari mendoakan pencurahan karunia Roh Kudus.
3. Berkat untuk Wali Krisma: Doa berkat khusus juga diberikan kepada para wali krisma agar setia mendampingi dan menuntun kehidupan iman anak baptis mereka.
4. Pengurapan Minyak Krisma: Tiap calon penerima sakramen maju satu demi satu ke hadapan Bapa Uskup. Dengan penuh kelembutan gembala, Bapa Uskup mengurapi dahi mereka dengan minyak Krisma suci sembari memberikan peneguhan iman.

Setelah seluruh prosesi penerimaan sakramen selesai, Liturgi Ekaristi dilanjutkan seperti biasa. Istimewanya, dalam perayaan kali ini, perarakan bahan-bahan persembahan dibawa langsung oleh perwakilan para penerima Sakramen Penguatan yang baru saja diteguhkan, sebagai simbol penyerahan diri mereka yang utuh kepada Tuhan.
Seluruh rangkaian Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta ini diakhiri dengan berkat meriah dari Bapa Uskup. Kebahagiaan malam itu kemudian ditutup dengan prosesi foto bersama antara Mgr. Robertus Rubiyatmoko, para Romo, dan seluruh krismawan-krismawati yang terbagi dalam tiap kelompok paroki.

Proficiat bagi para penerima Sakramen Penguatan di Paroki Kebon Dalem, selamat diutus menjadi saksi-saksi Kristus yang membawa damai dan pengampunan!