Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Fransiskus Xaverius Kebon Dalem: 31 Anak Menerima Komuni Pertama
KEBON DALEM – Umat Katolik di Gereja Fransiskus Xaverius Kebon Dalem merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) melalui rangkaian Perayaan Ekaristi yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 17.30 serta Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30, 07.30, dan 17.30. Secara khusus, Misa Minggu pukul 07.30 diwarnai dengan penerimaan Komuni Pertama oleh 31 anak.
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan Gereja Katolik bukan sekadar sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai momen istimewa untuk menghormati, mensyukuri, dan menegaskan kembali iman akan kehadiran nyata (Real Presence) Yesus Kristus dalam Ekaristi. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk merenungkan kembali bahwa roti dan anggur yang telah dikonsekrasi sungguh menjadi Tubuh dan Darah Kristus yang menghidupkan dan membawa keselamatan.
Perayaan Ekaristi Sabtu, 6 Juni 2026 pukul 17.30 dipimpin oleh Romo Yustinus Slamet Witokaryono dan dihadiri 399 umat. Sementara itu, Misa Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30 yang juga dipimpin oleh Romo Yustinus Slamet Witokaryono dihadiri oleh 189 umat.

Misa Minggu pukul 07.30 dipimpin oleh Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau, Pr., dan dihadiri sekitar 500 umat. Dalam perayaan ini, sebanyak 31 anak menerima Komuni Pertama, terdiri atas 17 anak laki-laki dan 14 anak perempuan. Adapun Misa Minggu pukul 17.30 dipimpin oleh Romo Yohanes Yupilustanaji Aprigiyanto, Pr dihadiri oleh 318 umat.
Perayaan diawali dengan perarakan petugas liturgi bersama imam yang memimpin Ekaristi. Secara khusus pada Misa pukul 07.30, anak-anak calon penerima Komuni Pertama yang didampingi oleh orang tua masing-masing turut mengikuti perarakan di belakang para misdinar. Setelah tiba di depan altar, imam memulai perayaan dengan pendupaan altar dan area sekitarnya sebagai tanda penghormatan.

Dalam homilinya pada Misa Sabtu sore dan Minggu pagi, Romo Yustinus Slamet Witokaryono menegaskan makna Ekaristi sebagai Tubuh dan Darah Kristus. Ia menjelaskan bahwa meskipun yang diterima umat saat komuni hanya berbentuk roti, hal itu melambangkan sekaligus menghadirkan Tubuh dan Darah Kristus karena dalam tubuh terdapat darah. Dengan menerima Tubuh dan Darah Kristus, umat mengambil bagian dalam kehidupan Kristus yang membawa janji keselamatan dan dipanggil untuk membagikan kasih kepada sesama.
Sementara itu, dalam Misa Penerimaan Komuni Pertama, Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau menjelaskan bahwa pada saat konsekrasi, roti dan anggur secara nyata menjadi Tubuh dan Darah Kristus melalui doa Gereja dan kuasa Roh Kudus. Karena itu, yang diterima dalam Komuni Suci adalah Yesus sendiri. Untuk membantu anak-anak memahami makna tersebut, Romo Willem mengajak mereka menyanyikan lagu yang mengajarkan bahwa Yesus hadir dalam kehidupan anak-anak sebagai Tuhan sekaligus sahabat yang membawa sukacita, termasuk melalui Komuni Suci yang mereka terima.
Pada Misa sore hari, Romo Yohanes Yupilustanaji Aprigiyanto menekankan bahwa setiap kali umat menerima Tubuh dan Darah Kristus, Kerajaan Allah hadir dalam diri mereka. Kehadiran Kerajaan Allah itu membawa kedamaian, ketenangan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Setelah homili pada Misa Penerimaan Komuni Pertama, anak-anak menyatakan peneguhan niat untuk menerima Komuni Suci. Prosesi dilanjutkan dengan pengucapan Syahadat, doa umat, dan perarakan persembahan yang dibawakan oleh para calon penerima Komuni Pertama. Pada saat komuni, anak-anak menerima Komuni dalam dua rupa, yakni Hosti dan Anggur, dengan didampingi oleh orang tua masing-masing.
Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai seluruh rangkaian perayaan. Setelah Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dengan Penerimaan Komuni Pertama berakhir, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai ungkapan syukur atas rahmat yang telah diterima serta sebagai kenangan bagi anak-anak yang untuk pertama kalinya menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam Sakramen Ekaristi.
