Kasih Putih: Merayakan Cinta Tuhan dalam Ekaristi Kaum Muda Kebon Dalem


*Kasih Putih: Merayakan Cinta Tuhan dalam Ekaristi Kaum Muda Kebon Dalem*
KEBON DALEM, 16 Agustus 2026 — Suasana penuh sukacita dan doa mewarnai perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga yang sekaligus menjadi Ekaristi Kaum Muda (EKM) di Gereja Santo Fransiscus Xaverius Kebon Dalem, Minggu (16/8). Mengusung tema *“Kasih Putih”*, perayaan Ekaristi pukul 17.10 WIB ini dipimpin oleh *Romo Rafael Mathando Hinganaday, SJ* dan diikuti oleh 348 umat.
Perayaan diawali dengan pramisa dengan puji-pujian yang dipimpin oleh Teman Muda Kebon Dalem (TMKD). Sebelum memasuki perayaan Ekaristi, umat diajak mengikuti katekese singkat mengenai makna Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.
Katekese tersebut mengajak umat memahami bahwa Maria yang diangkat ke surga merupakan tanda kasih Allah sekaligus pengharapan bagi seluruh umat beriman. Maria menjadi teladan pribadi yang dengan setia menerima dan menjalankan kehendak Allah dalam hidupnya.
Rangkaian perayaan kemudian dilanjutkan dengan perarakan petugas liturgi bersama Patung Bunda Maria dari pintu utama gereja. Perarakan ini menjadi bagian dari ungkapan penghormatan umat kepada Bunda Maria dalam perayaan hari rayanya.
Patung Bunda Maria kemudian ditempatkan di sisi kanan altar. Selanjutnya, Romo Dodo mendupai altar dan Patung Bunda Maria, mengawali perayaan Ekaristi dalam suasana yang khidmat.
Dalam homilinya, Romo Dodo mengajak umat, khususnya kaum muda, untuk kembali melihat makna cinta dalam kehidupan. Mengawali renungan dengan pertanyaan tentang pengalaman jatuh cinta, Romo Dodo menghubungkannya dengan tema EKM tahun ini, “Kasih Putih”.
Menurut Romo Dodo, cinta tidak hanya berbicara mengenai hubungan antara pasangan, tetapi hadir dalam berbagai bentuk: cinta antara orang tua dan anak, persahabatan, cinta terhadap panggilan, sesama, bangsa dan negara, serta terutama cinta Tuhan kepada manusia.
Dalam konteks Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, cinta tersebut juga tampak dalam relasi antara Yesus dan Bunda Maria. Maria adalah sosok yang begitu dekat dengan Yesus dan dengan setia menjalankan perannya dalam karya keselamatan Allah. Kedekatan dan kesetiaan Maria menjadi bagian penting dari makna perayaan hari raya ini.
Romo Dodo juga mengajak umat untuk melihat cinta sebagai sesuatu yang diberikan Tuhan agar manusia dapat semakin hidup. Cinta yang berasal dari Tuhan dapat menjadi dasar bagi manusia dalam menentukan berbagai pilihan dan keputusan dalam hidup.
Renungan tersebut ditutup dengan sebuah pesan dari Pedro Arrupe, SJ, mantan Superior Jenderal Serikat Jesus:
“Fall in love, stay in love, and it will decide everything.”
Pesan tersebut mengajak umat untuk jatuh cinta dan tinggal dalam cinta. Ketika manusia hidup dalam cinta yang berasal dari Tuhan, cinta itu dapat menuntun setiap keputusan agar tidak hanya benar, tetapi juga baik.
Bagi kaum muda, pesan ini menjadi ajakan untuk berani merayakan dan menghidupi kasih dalam berbagai bentuk. Cinta kepada Tuhan, keluarga, sahabat, sesama, panggilan, maupun bangsa dapat menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan dan melakukan hal-hal yang baik.
Setelah perayaan Ekaristi selesai, suasana kebersamaan dilanjutkan melalui Worship Night bersama TMKD. Pujian dan penyembahan menjadi kesempatan bagi umat, khususnya kaum muda, untuk melanjutkan pengalaman iman dalam suasana yang penuh sukacita.
Perayaan Ekaristi Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga sekaligus Ekaristi Kaum Muda ini menjadi pengingat bahwa kasih Tuhan hadir dalam berbagai bentuk kehidupan. Melalui teladan Bunda Maria, umat diajak untuk membuka hati terhadap kasih Allah, tinggal dalam kasih tersebut, dan membawanya dalam setiap pilihan serta tindakan sehari-hari.
Kasih Putih bukan sekadar tema perayaan, melainkan sebuah ajakan untuk terus hidup dalam kasih yang berasal dari Tuhan—kasih yang menghidupkan, menuntun, dan mendorong setiap orang untuk melakukan apa yang baik bagi sesama.