Mengenang Kasih Tak Terbatas: Ibadat Jumat Agung di Gereja Franciscus Xaverius Kebon Dalem

Sabtu, 11 April 2026
Mengenang Kasih Tak Terbatas: Ibadat Jumat Agung di Gereja Franciscus Xaverius Kebon Dalem

KEBON DALEM – Suasana hening dan sakral menyelimuti Gereja Franciscus Xaverius Kebon Dalem pada Jumat, 3 April 2026. Ribuan umat Katolik hadir dengan hati penuh syukur dan duka yang mendalam untuk merayakan Ibadat Jumat Agung, sebuah peringatan akan sengsara dan wafat Tuhan Yesus Kristus demi penebusan dosa umat manusia.

Makna Berkabung dan Kesederhanaan
​Jumat Agung adalah hari di mana Gereja berkabung karena Sang Mempelai, Yesus Kristus, telah diambil. Kesedihan ini nampak jelas dari suasana gereja yang berbeda dari biasanya:
* ​Altar yang kosong: Tanpa hiasan, lilin, maupun kain altar.
* ​Tabernakel terbuka: Menandakan kekosongan karena Kristus sedang menderita.
* ​Hening: Tidak ada bunyi lonceng maupun musik yang meriah.
​Penting untuk dipahami bahwa pada hari ini tidak ada perayaan "Misa". Tidak ada prosesi konsekrasi roti dan anggur karena Kristus sendiri adalah Anak Domba yang dikurbankan. Komuni kudus yang dibagikan kepada umat merupakan hosti yang telah dikonsekrir pada Misa Kamis Putih sebelumnya.

Pelaksanaan Ibadat
​Ibadat di Gereja Kebon Dalem dibagi menjadi dua sesi untuk mengakomodasi seluruh umat:
* ​Ibadat Jumat Agung I: Dipimpin oleh Romo Yustinus Slamet Witokaryono, Pr dengan didampingi oleh Frater Alfonsus Rodriquez Dandhi Pratama. Sesi ini dihadiri oleh 1.159 umat yang memenuhi bangku gereja dengan khidmat.
* ​Ibadat Jumat Agung II: Dipimpin oleh Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau, Pr yang juga diikuti secara antusias oleh 613 umat yang ingin merenungkan jalan salib Tuhan.

​Ibadat diawali dengan perarakan petugas liturgi dalam keheningan total. Setibanya di depan altar, Imam dan Frater melakukan tindakan prostratio (meniarap), sementara seluruh umat berlutut sebagai bentuk penghormatan dan kerendahan hati di hadapan misteri kematian Tuhan.

Tiga Bagian Utama Ibadat
​Seluruh rangkaian upacara dibagi menjadi tiga bagian inti yang membantu umat mendalami misteri penebusan:
1. Bagian Ibadat : Liturgi Sabda               Tujuannya : Menghidupkan iman melalui pembacaan Kisah Sengsara (Passio).
2. Bagian Ibadat : Penyembahan Salib Tujuannya : Memusatkan perhatian pada Salib sebagai sumber kebahagiaan dan keselamatan.
3. Bagian Ibadat : Komuni  Tujuannya : Memberi kesempatan bagi umat untuk memetik buah-buah keselamatan dari pengorbanan Salib.

Pesan Homili: Salib Bukanlah Akhir
​Dalam homili singkatnya, Romo Wito menekankan bahwa kasih Allah sangat nyata bagi umat-Nya.
​"Tuhan tidak selalu mengambil salib kehidupan kita, tetapi Tuhan masuk sendiri ke dalam salib itu. Salib bukan sesuatu yang harus disesali. Makna baru dari Salib adalah bahwa ia bukan akhir cerita. Sesudah salib, awal dari kebangkitan dimulai," ungkap beliau.

​Sejalan dengan pesan tersebut, Romo Willem mengajak umat untuk memiliki keteguhan hati dalam menjalani hidup sehari-hari. Ia berpesan agar setiap hari dan setiap saat, kita senantiasa mau memikul salib bersama Yesus, karena di balik setiap penderitaan yang dijalani bersama Tuhan, selalu ada harapan akan kebangkitan.

​Ibadat Jumat Agung di Kebon Dalem tahun ini menjadi pengingat kuat bagi umat bahwa peristiwa salib adalah peristiwa luar biasa; sebuah transisi menuju kemenangan iman yang paling agung.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita