Menghidupkan Devosi Hati Kudus Yesus di Kebondalem

Jumat, 19 Juni 2026
Menghidupkan Devosi Hati Kudus Yesus di Kebondalem

KEBON DALEM – Umat Katolik Gereja Franciscus Xaverius Kebon Dalem Semarang merayakan Ekaristi Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus pada Jumat (12/6/2026) pukul 18.00 WIB. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Romo Yustinus Slamet Witokaryono dan dihadiri oleh 121 umat yang mengikuti perayaan dengan penuh khidmat.

Perayaan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus memiliki makna istimewa bagi Gereja Katolik. Tahun ini, umat mengenang 351 tahun sejak Tuhan Yesus menampakkan Hati-Nya yang Mahakudus kepada Santa Margareta Maria Alacoque di Paray-le-Monial, Prancis. Dalam penampakan tersebut, terpancar kasih Allah yang tak terbatas melalui Hati Yesus yang terluka oleh dosa-dosa manusia, namun terus mengalirkan belas kasih bagi setiap orang yang datang kepada-Nya.

Pada kesempatan itu pula, Tuhan Yesus menyampaikan kerinduan-Nya agar umat beriman melakukan Adorasi dan Komuni Silih sebagai ungkapan kasih, pertobatan, serta penghiburan bagi Hati-Nya yang tersakiti oleh dosa dan kelalaian manusia. Melalui Komuni Kudus, umat diajak untuk mempersembahkan silih atas dosa-dosa pribadi maupun dosa seluruh dunia, sekaligus memperbarui janji cinta dan kesetiaan kepada Hati Yesus Yang Mahakudus.

Perayaan diawali dengan perarakan petugas liturgi bersama Romo Yustinus Slamet Witokaryono menuju altar. Setibanya di depan altar, Romo melakukan pendupaan altar dan area sekitarnya sebagai bagian dari ritus pembukaan yang sakral.

Dalam homilinya, Romo Wito mengingatkan bahwa Gereja Kebon Dalem memiliki kedekatan historis dengan Devosi kepada Hati Kudus Yesus. Oleh karena itu, saat ini sedang diupayakan kembali agar Devosi Hati Kudus Yesus menjadi salah satu devosi yang kuat dan hidup di tengah umat Gereja Kebon Dalem.

Lebih lanjut, Romo Wito mengajak umat untuk merefleksikan motivasi mereka dalam mengikuti Ekaristi. Menurutnya, tidak jarang umat datang kepada Tuhan dengan semangat "bargaining" atau tawar-menawar, sehingga muncul perhitungan untung dan rugi dalam kehidupan iman. Sebagai contoh, seseorang datang mengikuti perayaan karena mengharapkan berkat Santo Blasius dengan harapan memperoleh kesembuhan. Padahal, melalui bacaan-bacaan pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, Tuhan mengajarkan bahwa yang terpenting adalah datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan terbuka, serta membiarkan Tuhan sendiri yang bekerja dalam kehidupan umat.

Setelah homili, dilaksanakan pemberkatan benda-benda rohani bertema Hati Yesus Yang Mahakudus. Umat membawa berbagai benda devosional seperti patung, gambar, dan benda-benda rohani lainnya untuk diberkati.

Perayaan Ekaristi kemudian diakhiri dengan Adorasi Sakramen Mahakudus. Setelah rangkaian doa adorasi selesai, Sakramen Mahakudus diarak mengelilingi gereja dan umat menerima berkat Sakramen Mahakudus dari tempat duduk masing-masing. Suasana hening dan penuh doa mengiringi seluruh rangkaian adorasi, menjadi penutup yang mendalam bagi perayaan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus tahun ini.

Melalui perayaan ini, umat diajak untuk semakin menghayati kasih Allah yang tercurah melalui Hati Yesus Yang Mahakudus, serta memperbarui komitmen untuk hidup dalam kasih, pertobatan, dan kesetiaan kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita